Video banjir di SMPN 1 Cilamaya Kulon pada Kamis pagi 29 Oktober 2026.
KARAWANG — Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, pada Rabu malam (28/10/2026), mengakibatkan lingkungan SMPN 1 Cilamaya Kulon terendam banjir. Genangan air mencapai setinggi lutut orang dewasa, terutama di depan gerbang masuk dan area depan kantor sekolah.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran aktivitas di lingkungan pendidikan. Pasalnya, banjir yang terjadi diduga tidak hanya dipicu tingginya intensitas hujan, tetapi juga akibat tersumbatnya aliran sungai di depan sekolah oleh tumpukan tanaman eceng gondok. Tumpukan eceng gondok yang memenuhi aliran sungai diduga menghambat kelancaran air sehingga ketika hujan turun, volume air meningkat dan meluap hingga memasuki lingkungan sekolah. Berdasarkan kondisi di lapangan pada Kamis pagi, genangan air dilaporkan baru mencapai area depan gerbang dan kantor sekolah. Sementara itu, air belum masuk ke ruang-ruang kelas. Meski demikian, kondisi tersebut tetap membutuhkan perhatian serius. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan aliran sungai tidak segera ditangani, genangan dikhawatirkan semakin meluas hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Agus, salah seorang staf SMPN 1 Cilamaya Kulon, menyampaikan bahwa ketinggian air di depan gerbang dan kantor sekolah sudah mencapai lutut orang dewasa.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat kendaraan roda dua tidak dapat masuk dengan aman ke area sekolah.
“Untuk saat ini, banjir baru sampai depan gerbang sekolah dan depan kantor, dengan ketinggian air sekitar lutut orang dewasa. Kendaraan motor tidak bisa masuk. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan mesin kendaraan mati karena terendam air,” ungkap Agus saat hendak memasuki kantor sekolah, Kamis pagi 29-10-2026.

Eceng Gondok Menumpuk, Normalisasi Sungai Mendesak
Persoalan genangan banjir ini menjadi perhatian karena sungai yang berada tepat di depan sekolah diduga tidak mampu mengalirkan air secara optimal akibat dipenuhi eceng gondok. Pembersihan sungai dari tumpukan tanaman tersebut dinilai perlu segera dilakukan agar aliran air kembali lancar. Apabila kondisi sungai memang mengalami pendangkalan atau penyempitan, normalisasi juga perlu dipertimbangkan sesuai hasil pemeriksaan teknis di lapangan.
Penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika banjir terjadi. Pemeriksaan kondisi saluran, pembersihan eceng gondok secara berkala, serta evaluasi kapasitas aliran air menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir berulang. Terlebih, lingkungan sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang harus dijaga agar tetap aman dan nyaman bagi siswa, guru, serta seluruh tenaga kependidikan.
Genangan air di depan gerbang juga berpotensi menyulitkan akses keluar-masuk sekolah. Selain menghambat mobilitas kendaraan, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan pengguna jalan apabila kedalaman air dan kondisi permukaan jalan tidak terlihat dengan jelas.
Pemerintah Diminta Tidak Menunggu Banjir Semakin Parah
Kondisi yang terjadi di SMPN 1 Cilamaya Kulon diharapkan menjadi perhatian pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait yang menangani pengelolaan sungai dan drainase.
Pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan penyebab utama banjir, termasuk kondisi sungai, tumpukan eceng gondok, serta kemampuan saluran dalam menampung dan mengalirkan debit air saat hujan.
Jika hambatan aliran sungai terbukti menjadi salah satu penyebab meluapnya air, pembersihan dan penanganan teknis perlu segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya dapat diantisipasi melalui pemeliharaan saluran justru berkembang menjadi banjir yang mengganggu kegiatan pendidikan.
Hingga Kamis pagi, berdasarkan keterangan Agus, air belum memasuki ruang kelas. Namun, genangan setinggi lutut orang dewasa di depan gerbang dan kantor sekolah sudah menjadi peringatan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele.
Penanganan segera, pembersihan eceng gondok, dan evaluasi kondisi sungai menjadi langkah penting agar SMPN 1 Cilamaya Kulon tidak terus dibayangi ancaman banjir setiap kali hujan turun.
Berita Terkait
















Komentar