Ket.Gambar : Staff Ahli Bupati, Ir Jumingan Saat Apel Gabungan.
Labuhanbatu – Stunting adalah gangguan pertumbuhan anak yang disebabkan kurangnya asupan gizi
Tak hanya itu, Stunting juga merupakan salah satu program nasional yang terus diimplementasikan hingga ke daerah.
Harapan inilah yang dikatakan Bupati Labuhanbatu, H dr Erik Adtrada Ritonga MKM melalui Staff Bupati Ir.Jumingan agar seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Labuhanbatu dapat mendukung Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam menekan Stunting di Kabupaten Labuhanbatu, Senin pagi (9/1/23)
“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang badan atau tinggi badannya berada di bawah standar. Pernikahan dini, kurangnya gizi pada ibu hamil, dan jarak kelahiran merupakan penyebab terjadinya stunting,” ucap Jumingan Saat Apel Gabungan I dan II dihalaman kantor BKPP.
Tak lupa, Jumingan berharap dukungan seluruh Aparatur Sipil Negara untuk Tim Pendamping Keluarga yang turut menekan angka Stunting di Kabupaten Labuhanbatu.
“Tanpa adanya upaya optimal pencegahan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memprediksi, di tahun 2024 Indonesia akan memiliki 24,35 juta balita stunting, sementara pemerintah melalui peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 menargetkan di tahun 2024 maksimal hanya ada 14% kasus stunting atau hanya 3,409 juta balita stunting,” paparnya..
Dikesempatan ini, Jumingan mengajak peserta apel untuk bersama mencegah stunting dengan mengingatkan para ibu memperhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan suatu periode kehidupan bayi sejak dalam kandungan hingga dua tahun menyusui serta menjaga jarak kehamilan minimal tiga tahun antar satu anak dengan anak berikutnya.
“Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Labuhanbatu dengan BKKBN mempunyai program unggulan ‘Bangga Kencana’ yang sangat membantu dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan juga mempersiapkan generasi muda untuk merencanakan perkawinan di masa mendatang,” jelasnya.
Terakhir, Jumingan menambahkan adapun tujuan menekan Stunting guna menghasilkan generasi yang berkualitas.
“Semoga Kabupaten Labuhanbatu dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas. Ayo ikut KB, Berencana itu Keren, dua anak lebih sehat,” pungkasnya.
Hadir dalam Apel ini para Asisten Setdakab Labuhanbatu, para Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, pejabat eselon III dan IV, pejabat fungsional dan staf di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu.(DR)












Komentar